Hari Jum'at (28/1) yang lalu, para guru kelas 1 mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa. Pertemuan yang di fasilitasi oleh guru atau wali kelas 1 ini, merupakan cikal bakal bagi terbentuknya wadah "PAGUYUBAN ORANG TUA SISWA KELAS 1". Pertemuan yang berlangsung selama 1 jam ini, dimanfaatkan guru dan orang tua siswa kelas 1 (A, B, C dan D) untuk membentuk kepengurusan Paguyuban Tiap kelas. Alhamdulillah..., walaupun pertemuan tersebut cukup singkat kurang lebih saju jam ini, akhirnya mereka sepakat untuk membentuk kepenguruan Paguyuban.
Hal yang melatarbelakangi tentang perlunya wadah Paguyuban adalah bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama yakni antara keluarga, sekolah, dan juga masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya sinergi yang kuat, saling kerja sama agar pendidikan putera-puteri kita bisa berhasil dengan baik. Kita tentu sangat berharap agar putera-puteri kita bisa berprestasi dan minimal anak-anak kita bisa memaksimalkan seluruh potensinya yang dimilikinya. Oleh karena itu, semua pihak baik orang tua, guru dan masyarakat perlu terus aktif dan berkontribusi melalui berbagai sarana yang ada di sekolah. Melalui sarana atau wadah Paguyuban Orang Tua Siswa ini, diharapkan peran aktif orang tua dapat lebih tersalurkan secara nyata. Fungsi sekolah sebagai fasilitator, dalam hal ini khususnya para guru dapat lebih memberdayakan potensi yang dimiliki orang tua demi keberhasilan pendidikan putera-puterinya.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah menegaskan bahwa ketika sudah menjadi sebuah keluarga besar yang bernama Keluarga Besar SDIT Nur Hidayah Surakarta, maka sudah seharusnya semua komponen dalam keluarga baik guru, siswa maupun orang tua agar bersatu padu sesuai visi dan misi sekolah (bersama). Kita khususnya, terlebih anak-anak kita akan hidup bersama (dengan guru) selama 6 tahun kedepan. Waktu 6 tahun bukanlah waktu yang pendek, sehingga perlu kita saling bekerja sama dan tolong menolong agar proses belajar anak-anak kita berjalan dengan baik lancar, dan harapannya bisa lebih berprestasi. Potensi anak kita bisa secara optimal dimaksimalkan melalui pola kerjasama yang baik antara orang tua dan guru. Orang tua khususnya di rumah, juga perlu perhatian yang lebih dan serius, serta pendampingan secara terus-menerus/kontinyu.
Disamping itu yang perlu kita waspadai adalah tantangan kehidupan anak-anak kita, kini dan masa datang begitu besar dan sangat komplek. Berbagai media (cetak dan elektronik) yang menyediakan beragam informasi dan gambar, terus menerus membanjiri kehidupan kita sehari-hari. Tontonan-tontonan di televisi yang tidak mendidik, selalu hadir setiap hari di hadapan anak-anak kita. Apalagi dengan hadirnya internet, setiap saat anak-anak kita sangat mudah mengakses dimana saja. Di lingkungan masyarakat, telah nyata dengan pergaulan yang bebas antara laki dan perempuan. Tentu ini menjadi bagian yang harus senantiasa kita waspadai dan kita pantau, melalui sarana dan kegiatan "Paguyuban Orang Tua Siswa".
Paguyuban merupakan perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, didirikan oleh orang-orang yang sepaham/se-visi untuk membina kerukunan (persatuan) antara para anggotannya. Asal kata "Paguyuban" dalam bahasa Jawa adalah "GUYUP" yang dapat diartikan atau semakna dengan kata rukun atau bersama-sama . Sehingga melalui Paguyuban ini, diharapkan para anggotanya menjadi rukun, bersatu padu mencapai tujuan bersama. Paguyuban orang tua siswa ini merupakan perkumpulan yang anggota dan semua pengurusnya adalah para wali murid.
Paguyuban dapat dijadikan sebagai sarana mengenal (ta’aruf) lebih mendalam antar sesama orang tua, wadah mempererat ukhuwah & silaturrahim antar orang tua dan juga dengan guru, sarana komunikasi intensif antar sesama orang tua dan juga dengan guru/walikelas, sarana berbagi informasi dan sharing tentang “problem anak” antara sesama orang tua dan guru, dan juga bisa sebagai sarana meningkatkan pengetahuan tentang agama melalui kajian keislaman atau belajar membaca Al Qur'an.
Browse: Home > PAGUYUBAN ORANG TUA SISWA







0 Comments:
Posting Komentar