Senin, 07 Februari 2011

MILAD JSIT INDONESIA KE-7


Setelah ditunggu-tunggu beberapa saat ratusan peserta, akhirnya Menristek, Drs. Suharna Surapranata, MT, hadir di PPIPTEK TMII JAKARTA, tempat berlangsungnya acara Milad JSIT INDONESIA yang ke-7. Beliau memberikan sambutan dan sekaligus membuka Seminar Nasional "PENDIDIKAN KARAKTER".

Beliau menegaskan bahwa dalam membangun Indonesia KEKINIAN DAN KEDISINIAN, JSIT INDONESIA harus menjadi agen of change/ anasir taghyir yang ditandai dengan minimal 3 aspek :
1. SDM yang mempunyai Integritas/moralitas
2. SDM yang mempunyai Komunitas/kepedulian
3. SDM yang mempunyai Nasionalitas

Disamping itu juga harus dikembangkan profesionalitas/skill bagaimana kita mampu memanfaatkan lingkungan bagi kemajuan bangsa. Kunci di jaman sekarang dalam membangun bangsa yaitu bagaimana kita mampu melakukan inovasi. Inovasi bukan hanya pada teknologi, tetapi juga bagaimana kita harus mampu membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

Dengan mungucapkan kalimat "BASMALLAH", beliau membuka seminar dengan tema ”Tekad Bersama Membangun Karakter Bangsa". Kemudian dengan diiringi Nasyid RUHUL JADID “JATI DIRI JSIT Indonesia”, beliau membuka layar berlogo "JSIT INDONESIA", menandai dibukanya MILAD JSIT Indonesia Ke-7.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional, yang mewakili Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Fasli Jalal, juga berkenan hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan betapa pentingnya integrasi antara iptek dan ayat kauliyah. JSIT bisa memberikan basis yang kokoh melalui pendidikan yang paling bawah. Demikian juga JSIT juga diharapkan bisa memperkokoh basis sosial melalui kegiatan di masyarakat seperti Posyandu dan lainnya.

Beliau memaparkan UU No. 20 2003 tentang SISDIKNAS. Pendidikan harus dimulai dengan usaha yang dilakukan dengan penuh kesadaran, dan juga dilakukan secara terencana. Melalui proses pendidikan yang secara sadar dan terencana ini, perlu diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang mendorong anak didik lebih aktif. Harus ada usaha untuk memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk berbuat secara AKTIF sehingga diharapkan mampu memberikan output dan outcome yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

Pendidikan karakter bukan sekadar teori belaka, demikian beliau melanjutkan paparannya. Tetapi adalah bagaimana ada ketauladanan dari guru di sekolah. Kemudian harus ada pembiasaan yang terus menerus yang dilakukan di sekolah dan team grouping di masyarakat. Dalam implementasi pendidikan karakter, harus terus dilakukan aplikasi kurikulum (KTSP). Nilai tidak diajarkan tetapi harus dikembangkan melalui proses belajar.

Pendekatan yang harus dilakukan sekolah (para guru) pertama adalah Keteladanan. Memang bukan hal yang mudah tetapi memang cukup sulit. Di Sekolah Islam Terpadu (SIT) di JSIT inilah, bisa dijadikan sebagai contoh dan sarana studi banding bagi sekolah-sekolah lainnya.

Tiga STREAM Pembangunan Pendidikan Karakter yang beliau sampaikan, yaitu:
1. Top Down.
2. Bottom Up (mendokumentasikan kegiatan di sekolah-sekolah di kabupaten/kota)
3. Revitalisasi Program (Pramuka, Kantin Kejujuran, dll)

Dalam kegiatan MILAD JSIT INDONESIA Ke-7 yang dihadiri sekitar 1000 peserta SIT dari seluruh Indonesia ini, SDIT Nur Hidayah mengirimkan sejumlah utusannya untuk berpartisipasi dalam Seminar, Lokakarya, maupun berbagai lomba yang diadakan panitia. Disamping itu juga, Pengurus JSIT Indonesia menyampaikan Sosialisasi Standar MUTU JSIT Indonesia.

Untuk memeriahkan agenda Milad tersebut, juga digelar Pameran Nasional JSIT Indonesia. SDIT Nur Hidayah yang tergabung dalam Tim Pameran Yayasan Nur Hidayah, juga ikut hadir mengisi Stand Pameran tersebut. Alhamdulillah, sejak hari pertama pameran tersebut, Stand Pameran Nur Hidayah ramai dikunjungi oleh para peserta dan pengunjung Milad JSIT ke-7.

Para pimpinan SDIT Nur Hidayah Surakarta yang hadir antara lain Ibu Ari Puspitowati, S.Pd,(Kepsek), Bapak Waskito, S.Pd, (Wakasek Kurikulum), Bapak Sarjan, S.Pd, (Wakasek Humas), Ibu Muslikah (mewakili Wakasek Kesiswaan), Bapak Bahruni Arsyad (Koord. Alqur'an & juga mewakili Wakasek Sarpras). Demikian juga ada 4 siswa-siswi yang juga ikut berpartisipasi dalam lomba Tahfidzul Qur'an dan Story Telling, didampingi oleh Ibu Susilowardani, S.Pd. Bapak Sunarto mewakili Unit SDIT Nur Hidayah mendapat amanah kepanitiaan di pameran untuk ikut mengelola dan menjaga stand.

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 Comments:

Posting Komentar

Buku Tamu


ShoutMix chat widget
 

SDIT Nur Hidayah Copyright © 2010 SDIT NH is Designed by Choirul Fata