Senin, 07 November 2011

SDIT Nur Hidayah Berqurban

Posted On 09.33 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Memuliakan momentum Idul Adha 1432 H, SDIT Nur Hidayah melakukan serangkaian kegiatan. Diawali dengan puasa sunnah Arofah pada hari Sabtu, 5/11 atau 9 Dzulhijjah, pemotongan dan pembagian hewan/daging qurban pada Senin 7/11, serta makan bersama menu spesial pada Selasa 8/11 . Puasa arofah dianjurkan kepada para siswa untuk membiasa kan mereka menjalankan sunah Rasulullah. Tentu dengan sebelumnya diberikan pemahaman dan motivasi bahwa siapa yang menjalankannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan dihapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang, sebagaimana disabdakan Rasulullah.

Selain itu juga mengingatkan para siswa bahwa pada hari itu tanggal 9 Dzulhijjah, 2,5 juta ummat Islam dari seluruh penjuru dunia (termasuk 222 ribu jamaah haji dari Indonesia) sedang menunaikan salah satu rukun haji yaitu wukuf di padang arofah. Juga mengajak para siswa mendoakan agar mereka dimudahkan dalam menyempurnakan ibadah haji dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan sehingga menjadi haji mabrur. Sembari memberi motivasi para siswa untuk menguatkan niat sejak dini menyempurnakan keislaman dengan ibadah haji nantinya.

Menurut Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, untuk melatih ketaatan dan jiwa sosial pengorbanan, para siswa dilatih menabung dan iuran qurban. Tentu sebelum nya juga diberikan pemahaman tentang kisah ketaatan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. dalam menjalankan perintah Allah Swt. Serta motivasi tentang keutamaan qurban sesuai yang diajar kan oleh Rasulullah. Alhamdulillah, untuk tahun ini terkumpul dan terwujud 1 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Selanjutnya, hewan dan daging qurban ini didistribusikan ke 3 SD tetang ga, warga, dan daerah minim. Adapun untuk memberikan nuansa kebersamaan dan bentuk kesyukuran warga sekolah, pada hari Selasa 8/11 diadakan makan siang bersama dengan menu khas, yang diambil dari sebagian daging qurban tersebut.


Rabu, 02 November 2011

Supervisi dari UMMI Foundation

Posted On 11.55 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Normal 0 false false false IN ZH-CN AR-SA MicrosoftInternetExplorer4

Dalam rangka upaya mengevaluasi dan meningkatkan pembelajaran Al-Qur`an dengan Metode UMMI, SDIT Nur Hidayah menghadirkan Ustadz Samidi dari UMMI Faoundation. Berlangsung Rabu, 2 Nopember 2011 di beberapa titik tempat pembelajaran UMMI di lingkungan SDIT Nur Hidayah dari pagi hingga siang hari. Dilanjutkan dengan evaluasi dan sharing dengan pimpinan sekolah dan seluruh guru mata pelajaran UMMI.

Ustadz Samidi menilai secara umum proses pembelajaran Al-Qur`an dengan metode UMMI di SDIT Nur Hidayah Surakarta sudah berjalan dengan baik. Indikasinya adalah adanya goodwiil management (niat baik pengelola). Hal ini dapat dilihat dari pengadan sarana prasarana dan jumlah pengajar UMMI yang proporsional dengan jumlah siswa. Namun demikian ada beberapa yang perlu dievaluasi: 1) Belum adanya keseragaman irama pembelajaran, 7 langkah pembelajaran ada yang belum dilaksanakan dengan utuh dan urut. 2) Aspek penguasaan kelas perlu ditingkatkan lagi. 3) Memodiviaski pembelajaran dan pengelolaan kelas yang menyenangkan, bangkitkan ruh pembelajaran Al-Qur`an yang menyenangkan.

Ustadz Samidi juga menyampaikan bahwa ada 3 hal penentu keberhasilan dalam pembelajaran UMMI, yaitu: 1) Metode yang Bermutu (20%), 2) Mutu Guru (60%), 3)Sistem yang Bebasis Mutu (20%). Oleh karenanya, Sertifikasi Guru UMMI adalah hal yang mutlak harus diikuti. Beliau juga berpesan bagi guru yang belum ikut sertifikasi, dimohon untuk mempersiapkan diri sewaktu-waktu diminta untuk mengikuti Sertifikasi Guru UMMI. Selain itu tentunya diperlukan adanya pembinaan rutin tiap pekan, saling menyimak, sharing efektivitas pembelajaran UMMI.


Senin, 31 Oktober 2011

SDIT Nur Hidayah Juara 1 Kaligrafi MAPSI

Posted On 09.25 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Mengikuti semua kategori lomba, SDIT Nur Hidayah berhasil meraih 5 piala dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) ke-14 Tahun 2011 Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Laweyan. Lomba diadakan Sabtu, 29/10 bertempat di SDN Bratan 2 dan SDN Bratan 3.

Kelima piala yang berhasil diraih adalah Juara 1 Lomba Khot dan Kaligrafi Putra (Muham mad Faiq Haidar), Juara 2 Lomba Murottal Putri (Khonsa Afifah Husniyah), Juara 2 Lomba PAI Putri (Rizka Fahma Bassalamah), Juara 2 Lomba Khot dan Kaligrafi Putri (Fadia Maghfirazmi Putri), dan Juara 3 Lomba PAI Putra (Faiq Ahmad Ramadhan).

Menurut Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, S.Pd keberhasilan yang diraih ini tidak terlepas dari kesungguhan tim pelatih dan para siswa dalam berlatih. Termasuk bagaimana tim pelatih menggembleng mental juara para siswa. Kita patut bersukur atas torehan prestasi yang diraih anak-anak. Semoga di kejuaraan maupun perlombaan lainnya kita dapat memberikan warna keberhasilan. Paling tidak untuk Lomba MAPSI yang akan datang hasilnya akan lebih baik lagi.


SDIT Nur Hidayah gelar PERSAMI

Posted On 08.51 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar



Memanfaatkan momentum rehat mid semester, SDIT Nur Hidayah menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI). Kegiatan yang diikuti seluruh siswa-siswi kelas 5 dan 6 sejumlah 285 siswa dilaksanakan Sabtu-Minggu, 29-30 Oktober 2011 di lapangan Jajar. Adapun tema yang diangkat adalah “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Bangun Akhlak Mulia Tunas Bangsa”.

Di hari pertama, para siswa telah sampai di lokasi pukul 07.00 dengan membawa perbekalan yang telah ditentukan panitia dan disepakati oleh kelompok regu masing-masing. Dengan dipandu guru pendamping mereka mendirikan tenda di area kavling yang telah dibatasi tali rafia sesuai kelompok nya. Ada pula sebagian dari mereka membuat pagar dan gapura, menggunakan tongkat, tali, dan ada pula yang menghiasi dengan dedaunan sehingga terlihat green.

Ketua Panitia, Bapak Sunarto mengumpulkan seluruh ketua regu di depan panggung. Dengan membawa bendera panji-panji kelompok mereka segera berbaris lurus dan siap mendengarkan penjelasan. Mereka diberikan penjelasan terkait dengan aturan peluit yang harus diperhatikan dan disosialisasikan kepada seluruh anggota. Para ketua regu juga diingatkan kembali senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, kesiapsiagaan, dan kekompakan kelompok regu.

Waktu telah menunjukkan pukul 10.10 menit, Kakak Pembina membunyikan peluit tanda semua peserta segera berkumpul dan berbaris rapi. Para petugas apel pun juga sudah siap. Inspektur upacara juga telah hadir, termasuk dua perwakilan dari Kwantir Cabang. Setelah barisan rapi dan semua sudah siap, upacara apel pembukaan PERSAMI pun dimulai. Pemimpin upacara dengan gagahnya memasuki lapangan upacara, semua pasukan disiapkan. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya, Hymne Pramuka, Janji Pramuka, dan amanat Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Ibu Ari Puspitowati, S.Pd, menyampaikan pesan bahwa momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai oleh para tunas bangsa dengan kesungguhan dalam belajar untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi yang baik. Kegiatan PERSAMI ini dimaksudkan untuk mendidik kedisiplinan, kemandirian, kekuatan, dan kerja sama yang baik. Supaya lebih diberkahi oleh Allah subhanahu wata`ala upacara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ali Mashudi.

Selesai upacara, meskipun terik matahari semakin menyengat, tetapi tidak mengurangi semangat para peserta. Bahkan semangat itu digelorakan kembali dengan tepuk pramuka dari satu jari hingga lima jari. Selanjutnya mereka menyanyikan dua kali “Barisan Kita”, sebelum mereka kembali menuju ke tenda masing-masing.

Agenda selanjutnya adalah Lomba Hasta Karya. Panitia memanggil perwakilan kelompok regu, tiap kelompok tiga anak. Mereka pun berbondong-bondong menuju tempat perlombaan sambil membawa perlengkapan. Perlombaan dimulai, ada yang membuat maket masjid tiga dimensi, pesawat dari botol, tas daur ulang ramah lingkungan, maket rumah adat irian jaya, maket gunung berapi dan semburan letusannya, dan lain sebagainya. Usai lomba mereka makan siang dan menunaikan sholat dzhuhur berjamaah di masjid Al Huda (laki-laki) dan Masjid Mujahidin Al Hadi (untuk perempuan).

Setelah beristirahat sejenak mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti wide game. Ada 6 (enam) pos yang harus mereka lalui sepanjang kurang lebih 2 kilometer di daerah Jajar dan Kerten. Pos 1: PBB, Pos 2: Merayap Halang Rintang, Pos 3: Sholat Ashar, Pos 4: Jaring Laba-laba, Pos 5: Membaca Sandi, dan Pos 6: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka. Sesampainya di tenda kembali, mereka melanjutkan dengan MCK.

Adzan Maghrib berkumandang, mereka berbondong-bondong menuju ke masjid untuk sholat, membaca wiridz Al-Ma`tsurat, Murojaah Juz 30, dan dilanjutkan dengan sholat Isya. Selanjutnya mereka makan malam ditenda masing-masing. Acara yang dinanti-nanti akan hadir, mereka tiap kelompok telah mempersiapkan atraksi pementasan. Api unggun mulai dipersiapkan panitia, Kakak Pembina membunyikan peluit tanda mereka harus berkumpul. Mereka pun berkumpul dan acara api unggun serta pentas seni dimulai. Ada yang menampilkan gerak lagu, teater, nasyid, dan lainnya.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.00, waktunya istirahat. Pukul 03.30 para peserta bangun dan mendirikan sholat lail. Dilanjutkan sholat Subuh berjamaah, kultum, wirid Al-Ma`tsurat, dan Murojaah Juz 30. Supaya badan segar bugar, selanjutnya para peserta mengikuti senam pramuka. Dilanjutkan dengan lomba memasak, makan pagi, dan bongkar tenda dan packing. Acara persami ditutup dengan apel clossing. Sampai jumpa di PERSAMI mendatang.


Jumat, 28 Oktober 2011

Upacara Hari Sumpah Pemuda

Posted On 09.49 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Pagi itu cuaca agak mendung, waktu telah menunjukkan pukul 07.15. Siswa-siswi kelas 5 dan 6 berbondong-bondong menuju halaman gedung barat. Mereka segera berbaris rapi dan siap melaksanakan upacara bendera. Berseragam hijau-hijau dan bersepatu rapi mereka tampak ceria. Adapun para petugas upacara berseragam putih-putih dan bersepatu rapi menjadikan mereka gagah dan tangguh. Ya, hari ini Jum`at, tanggal 28 Oktober 2011 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala SDIT Nur Hidayah, Ari Puspitowati, S.Pd. Dalam amanatnya beliau menyampaikan pentingnya mengingat peran para pemuda dalam mempersatukan elemen-elemen bangsa pada masa sebelum kemerdekaan. Dengan ikrar Sumpah Pemuda (Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.) inilah yang menambah semangat bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Dalam konteks sekarang ini, diharapkan peringatan bersejarah ini dapat menambah semangat para siswa dalam belajar dan berprestasi, sehingga pemuda sekarang ini juga tetap berjuang, meskipun dalam bentuk mengisi kemerdekaan dengan kebaikan dan prestasi.

Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa kita seharusnya dapat memanfaatkan momentum hari-hari bersejarah nasional untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotik, dan rela berkorban. Selain tentunya memberikan pemahaman yang baik sejarah perjuangan bangsa, serta tidak melupakan jasa-jasa para pahlawan. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya.


Kamis, 27 Oktober 2011

SDIT Nur Hidayah adakan PBL

Posted On 13.11 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Para siswa sedang memanen sayuran organik

Kelas 2 SDIT Nur Hidayah Surakarta mengisi acara rehat mid semester 1 dengan mengikuti kegiatan Praktik Belajar Lapangan/PBL (outing class). Mereka belajar seakan-akan menjadi petani dan peternak. Kegiatan yang dilaksanakan Kamis, 27/10 ini mengambil lokasi di Lembah Hijau Multifarm (LHM) Mojolaban, Sukoharjo.

Mereka mendapat penjelasan dari tutor LHM tentang bagaimana bercocok tanam sayur-sayuran, mulai dari mengolah tanah, memberikan pupuk kompos, dan menanam benih/bibit sayuran. Para siswa juga berpraktik secara langsung ikut menanam, selain itu mereka juga mendapatkan penjelasan dan melihat secara langsung cara pembuatan pupuk kompos. Selanjutnya mereka juga mendengarkan penjelasan tentang bagaimana berternak sapi dan ikan patin, dilanjutkan dengan praktik memerah susu sapi dan memberi makan ikan patin. Clossing acara mereka menikmati es krim susu dan makan siang dengan lauk ikan patin produk dari LHM.

Pelaksana Humas SDIT Nur Hidayah, Rahmat Hariyadi, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para siswa bagaimana bercocok tanam maupun berternak yang baik. Selain itu, dengan melihat kerja keras para petani dan peternak dalam menghasilkan kebutuhan pokok, tumbuh sikap menghargai jerih payah mereka. Salah satunya ketika makan atau memasak tidak membuat makanan mubadzir, sebagaimana juga dituntunkan dalam agama. Siapa tahu dengan pengalaman ini mereka juga terinspirasi menjadi pengusaha dalam bidang pertanian dan peternakan yang sukses di masa depannya nanti.


Rabu, 26 Oktober 2011

SDIT Nur Hidayah adakan Outing Class

Posted On 10.09 by SDIT Nur Hidayah | 0 komentar


Mengisi acara rehat setelah Ulangan Tengah Semester (UTS) 1, sejumlah 141 siswa-siswi kelas 5 SDIT Nur Hidayah Surakarta mengikuti kegiatan praktik belajar lapangan (outing class). Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, 25/10 ini mengambil lokasi di Monumen Jogja Kembali (MONJALI) dan Taman Pintar Yogyakarta.

Saat di MONJALI, mereka mendapatkan penjelasan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam menggapai Kemerdekaan RI di wilayah Yogyakarta. Khususnya peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota RI Yogyakarta pada waktu itu, tanggal 29 Juni 1949. Hal ini merupakan tanda awal bebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam 4 ruang museum di lantai 1 terdapat benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman juga disimpan di sini (di ruang museum nomor 2).

Adapun ketika di Taman Pintar, mereka melihat secara langsung terkait perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun infomasi. Baik yang berada di gedung oval maupun di gedung bundar. Saat masuk sereka melalui lorong aquarium besar, lalu melihat fosil, biografi para ilmuwan, teknologi terapan, dan lain sebagainya.

Koordinator pelaksana kegiatan, Inoki Wasis Jatmiko, S.Sos, berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik. Khususnya yang terkait dengan ilmu sejarah dan sain. Dengan mengenal sejarah perjuangan bangsa, mereka akan berempati dan menaruh hormat kepada para pahlawan yang begitu besar jasanya. Akhirnya mereka akan termotivasi lebih kuat untuk belajar sungguh-sungguh melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan. Kemudian dengan melihat langsung bentuk perkembangan/kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi diharapkan akan menginspirasi para siswa untuk berpikir kritis, berekspresimen, dan nantinya melakukan temuan ilmiah yang bermanfaat.


Buku Tamu


ShoutMix chat widget
 

SDIT Nur Hidayah Copyright © 2010 SDIT NH is Designed by Choirul Fata